Kamis, 15 Desember 2011

aku, kamu atau dia

Hati ini tak bisa kau bohongi
Kau mengenalnya sebagai sabda cinta
Yang kau tanami dihatiku
Saat-saat dimana semuanya baik-baik saja
Lambang cintamu buatku tak bisa hindarinya

Ternyata nyanyian rinduku tak pernah sampai dihatimu
Kau memandangnya sebagai isyarat saja
Isyarat hati,,,
Rongrongan jiwa...
Kemelut raga dan pikiranku

Aku tau,,,
Dimana kau slalu berpaling, saat aku membutuhkanmu
Dimana kau slalu menghindar, saat aku sakit memikirkanmu
Dimana kau selalu jauh, saat aku dekatimu

Diakah yang slama ini kau cari
Sedang aku hanya sandaran semu bagimu
Diakah yang slama ini kau idamkan
Sedang aku hanyalah idam-idaman bagimu

Aku lelah...
Aku tak sanggup menahan beban yang slama ini aku pertahankan hanya untukmu
Aku sudah lelah...
Hati ini hanya satu, tidak sepertimu
Yang bisa kau bagi sesukamu

Sudah cukuplah bagiku mengharapkanmu
aku, kamu atau dia

Segitiga Cinta

Kasih...
hati ini lemah
Jiwa ini rapuh
Terlena karena dimabuk cinta
Cinta yang selama ini kucari
Cintaku pada dirimu
Siluet hati ku ukir namamu

Lihatlah bunga yang bermekaran
Ditaman yang ranum akan keindahan
Aku persembahkan untukmu
Aku hadiahkan
Tiada kata yang seindah bunga cinta
Milikmu...

Namun kau malah berdalih
Mengumbar-ngumbar cinta yang lain
Cinta yang kau miliki
Cinta yang kau agung-agungkan bersama hatimu yang tak hanya satu

apakah itu yang kau namakan cinta
Dia yang kau cari bukan aku
Segitiga cinta yang kau buat
Akan kau nikmati sendiri
Bersama dia dibelakangku

Sudah cukuplah...
sampai disini saja pengembaraan cintaku bersamamu
Lanjutkan saja pengembalaan cintamu bersamanya

Begitu Saja, Tak Paham


kita . . .
seperti itu,
kenal dengan singkat
suara yang terdengar
potret yang terkirim
begitu saja
namun hati begitu sangat

ada apa dengan kita

jalan yang begitu saja terlalui
sukar untuk dimengerti
begitu pula denganku
hati tak'kan mengerti

apakah ini jalan

pertemuan yang memang sudah diatur
jalan tuk kita bersama
menjalin sebuah titian ikrar
yang direstui Sang Ilahi

semoga,

harapku sama dengan harapmu
dan harap orang tua kita
Back To Top