Tampilkan postingan dengan label 2002. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2002. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

Seutas Harapan Sebatas Angan

Kasih...
Rasanya aku sudah lelah mengharapkanmu
Harapanku kini tiada arti
Harapan tiada terbataskan

Kan ku coba menghapus asa itu
Walau asa itu tak mudah dilepaskan
Biarlah asa itu terbang tertiup angin
Asalkan kau tetap mengenalku

Biarlah cintaku tak terbataskan
Biarlah asa itu hanya impian
Yang penting...
Rasa itu hanya aku yang punya

Dibalik keceriaanku...
Ada perasaanku yang tak pernah ku tahu
Ada asa yang selama ini ku pendam
Rasa bahagia bila ada didekatmu
Rasa kecewa bila ku tak melihatmu
Dan rasa cemburu bila kau jauh dariku
Rasa ini yang selama ini ku rasakan
Di dalam hati sanubari

Jumat, 02 Juli 2010

Aku atau dirimu

Ku akui itu salahku yang tak pernah mengerti kamu
Satu kata yang terucap tersirat dihati ini hanya untukmu
Dan satu asa itu merangkai di setiap langkahku
Tapi,dirimu tak seperti yang ku harapkan
Apakah itu dirimu, dapat merasakan hatiku
Kata-kata yang terlupakan "kan kukenang kejadian itu, walau kau anggap masalah baru"
Dan kini siapa yang berlaku...
Aku ataukah Dirimu

Masa silamku

Bila luka membuatku setapak lebih dewasa mengapa menyesalinya
Dan bila ku terdiam dalam sepi akan masa,
Dimana ku harus belajar menghapus bayangan masa silam,
Merawat luka yang tertinggal,
Sanggupkah aku...
Sedang masa dan waktu terlanjur mengukir kata di dinding hati
Hidupku bagai air, mengalir tenang dan tak'kan pernah kering terpanggang surya
Sejuta harapan yang ku lontarkan,
Tak'kan bisa menebus masa silam yang ku jalani...
Aku tak tahu bagaimana agungnya CINTA
Aku tak tahu tentang kehidupan ku yang GETIR
Aku tak tahu bahwa aku tak tahu...
Mengapa aku harus lahir, bernafas dan dewasa

Perbedaan

Kau...seperti dedaunan,
Selalu melambangkan kehijauan
Kau...Seperti ranting,
Melambangkan kedermawanan
Kau...Seperti akar,
Melambangkan kearifan,
Selalu tersembunyi,
Tak ingin terlihat siapapun
Kau...seperti batang pohon,
Melambangkan kekokohan,
Hidup sederhana dan tidak sombong
Tapi kau dan aku berbeda
Kau adalah kau
Seperti pepohonan
Sedang...aku adalah aku
Dan tetap seperti aku

Barudak Nyantai

Datang dari segala penjuru
Kota metropolitan, Kota iman, Kota peristirahatan, Kota sejuk indah nyaman
Membentuk koloni baru, bersatu dan berpadu, Memberi julukan baru, Barudak nyantai tahu
Mungkin kami selalu berbeda prilaku
Satu hati, mengingat masa lalu
Satu hati, memapah liku-liku
Satu hati, menuju masa baru
Namun kami slalu menyatu
Menuju harapan baru tuk gapai cita-cita angan lalu
Kami tak ingin kekerasan
Kami tak ingin keculasan
Kami tak ingin permusuhan
Hanya satu yang kami inginkan
Satu asa dan harapan
Barudak nyantai...Cinta Damai

Janji palsu

Lupakan saja semua janji
yang hanya mungkin melekat dalam hati
itu hanyalah ucapan dibibir saja dan bukan ucapan hati
tuk dapat meluluhkan hati seseorang
apalah arti semua ini
semu dalam kegelisahan diri
terpaku dalam kesunyian hati
Ucapan janji-janji yang tersirat
mungkin harus lupakan sejenak
pikirkan setiap kata yang terucap
dalam sanubari,tak dapat beranjak pergi
Janji palsu...tak dapat dipungkiri
Janji palsu...tak dapat dinikmati
Janji palsu...membutakan hati
Janji palsu...membuahkan duri
Janji palsu hanya mengandung kebencian sanubari
yang dapat meluluhkan khayalan diri
Back To Top