Tampilkan postingan dengan label tak paham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tak paham. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2011

!!!

˙˙ıoɥpıɹ nɐʞƃuǝ ƃuɐʎ ʞıɐqɹǝʇ uɐlɐɾ
ıƃɐl uɐlɐɾ ɐʞnqɯǝɯ ʞnʇun nɯɐqɯɐɥ uɐʞuızı
ıuı ɥɐsǝʞ ɥnlǝʞɹǝq nlɐlǝs ƃuɐʎ nɯɐqɯɐɥ uɐʞɟɐɐɯ˙˙˙qqɐɹ ʎ

uɐʞıɹǝq nɐʞ ɥɐlǝʇ ƃuɐʎ ɐnɯǝs sɐlɐqɯǝɯ ɐsıq ʞɐpıʇ nʞɐ ıuı ʇɐɐs ıɐdɯɐs ɐuǝɹɐʞ
˙˙˙nqı nʞɐ uɐʞɟɐɐɯ
nʞnqı uɐnʞƃuɐdıp nʞuɐʞunƃuɐqɯǝɯ sıɯıɹǝƃ dnʎɐs-dnʎɐs
nlɐl ƃuɐʎ unɥɐʇ 62 uɐʞɹıɥɐlıp nʞɐ ɐuɐɯıp ʇɐdɯǝʇıp ɐpɐɹǝq nʞɐ
nʇı uɐƃuısıqǝʞ ıɹɐp ɥnɐɾ ʇɐƃuɐs ɐpɐɹǝq ƃuɐɯǝɯ nʞɐ
˙˙˙ɐdnl nʞɐ
uısǝɯ ƃuısıq ɐɹɐns ıƃɐl ɐpɐ ʞɐpıʇ
lɐdɐʞ ƃuılns ɐɹɐns-ɐɹɐns ıƃɐl ɐpɐ ʞɐpıʇ
ılɐʞǝs ıʎuns
ʞnɾunuǝɯ 84:2 nʇʞɐʍ ʇɐdǝʇ ıuı ɯɐlɐɯ











nʞdnpıɥ ɯɐlɐp ıƃɐl ıdɐʇ ɐʇɐʞ-ɐʇɐʞ ɐpɐ ʞɐpıʇ ɐʎusnɹɐɥ
`ɐdɐuǝʞ ıdɐʇ
nʇı ɐsɐɯ-ɐsɐɯ npuıɹ nʞɐ
˙˙˙ɐʎuıdɐpɐɥƃuǝɯ ɐsıq nʞɐ
(uıɐl ƃuɐɹo ɐʇɐʞ ıʇɹǝdǝs ɐɯɐs ʞɐpıʇ`nʞɐʇɐʞ uıʞƃunɯ nʇı)
nʞnlɐl ɐsɐɯ ıɐpɐq uɐɐdɹǝʇ ɯɐlɐp ıɹıpɹǝq dɐʇǝʇ snɹɐɥ nʞɐ ɐuɐɯıp ɐsɐɯ-ɐsɐɯ npuıɹ nʞɐ
ɯɐlɐɯ ɐʎuɯɐlǝʞ ɯɐlɐp ʇɐdǝɔ ɯɐʞǝɹǝʇ nʞɯɐlıs ɐsɐɯ ɯɐlǝʞ uɐɹɐuıs

nʞdnpıɥ ɯɐlɐp ɥɐʞƃuɐl ɐpɐ ʞɐpıʇ ıʇɹǝdǝs
ıʎuns uɐƃuɐ-uɐƃuɐ ɐɯɐsɹǝq
˙˙˙ıƃɐl ƃuɐʎɐlǝɯ nʞuɐɹıʞıd ɐuɐɯıp ɯɐlɐɯ ɥɐlɐpɐ ıuı ɯɐlɐɯ

Bukan Penyair

aku memang bukan penyair
seperti yang banyak kau tahu
apakah kau mau membaca coretan usangku ini ?
ataukah kau peduli dengan setiap bait yang kutorehkah disetiap kelamnya hidup
coretan diantara redupnya lentera jiwa
kau tahu itu dan apakah kau mau ??

Selasa, 16 November 2010

Sebutir Pasir


y Rabb...
aku bagaikan sebutir pasir yang lemah dan kerdil,
teguhkan keimanan jiwaku,
agar tidak terpesong dariMu

y Rabb aku hanyalah sebutir pasir,
dari jutaan bahkan miliaran butir pasir yang terbentang luas di alamMu,
yang mengharap ridhoMu
agar tak pernah lalai dari perintahMu

bagaikan butiran dalam pasir waktu
dengan keterbatasan menyongsong masa
hingga berguna dalam setiap senja
bersujud simpuh di kharibanMu

bagaikan butiran pasir yang begitu kecil di mataMu
terbangkanlah aku bersama segenap kalbuku
hingga terdampar dalam indah naunganMu
menghirup harumnya aroma surgaMu

Lampah

 Lah pun tak'kan pernah berubah
Jiwa yang tenang seakan pergi
Tak mau,
Sudahlah lain waktu, tak usah kembali

Lah pun tak'kan pernah sama
Atas, bawah tak sama
Kanan, kiri tak sama
Belakang, depan sama juga

Sudahlah, akhirnya...

DIA

Putik jatuh
Kita seperti itu, katamu
Terbang di udara
Lalu luruh
Dan angin,
Mengepakkan kenangan
Dalam kaku cuaca

Jumat, 02 Juli 2010

kenyataan vs imajinasi











 

Kenyataan tak'kan  pernah seindah imajinasi..
Tapi,
Imajinasi hanyalah khayalan kosong
yang tak'kan pernah merubah kenyataan

Usang lagi lusuh

siangku menyesakan keterpurukanku..
akan penantian yang tak kunjung datang..
cukup sudah aku memilih, apa yang kuhasilkan..
sepungguk sesal yang kudapat..
inilah kesalahan yang kutanam..
kembali berbuah sesal

kemarin ia datang,bercerita tentang cita, cinta dan asa..
sekarang ia pergi, meninggalkan karat dihati..
kunang-kunang kemana kamu ? ..
aku tak bisa berkata-kata lagi..
sudah..
cukup..
maaf tak pernah salah ! ..
sudah..
aku muak..
seonggok puisi usang dari penantianku..
hingar bingar tak peduli..
siluet puisiku lusuh termakan usia..
harapan..
terserah...
aku haturkan yang jauh disana

air mata langitpun terhenti seakan kemarahannya usai sudah..
kilatan petirpun mengiringi kedatangan dan kepergiannya..
seakan dia tak'kan pernah kembali..
akankah sang surya akan kembali bersinar..
tanda kehidupan kan terang

hari ini..
aku titipkan sebuah cerita untuk anak cucuku kelak..
tiada akhir dimana aku akan berhenti dipersimpangan jalan..
ketika siang berubah malam, akan pulang dimana suatu masa..
cerita usangku untukmu anak cucuku..
agar kelak kau tak mengalami seperti itu

Angin

Angin...
tidakkah kau tahu, aku mengagumimu seperti halnya kau mengagumi padananmu
aku hanya ingin kau tahu itu
aku tahu...
aku sadar...
aku hanyalah sebutir pasir pantai, yang tak'kan pernah tahu

Angin...
sebegitu hebatkah awanmu yang s'lalu kau ikuti
awanmu yang menjulang tinggi di angkasa
awan yang s'lalu memberikan keteduhan bagi yang berteduh
awan yang s'lalu memberikan keindahan bagi yang menatapnya
sedang aku hanya sebutir pasir yang dapat kau hempaskan sesukamu
hanya sebutir pasir yang tak'kan pernah mencapai angkasa
dan hanya ditakdirkan di satu sisi bumi saja

Angin
berapa kali ku berucap, aku mengagumimu
berada disekitarmu saja itu sudah cukup
sebutir pasir yang terlampau mengagumimu
aku tak ingin angin haluan, hingga menantang para nelayan tak tau arah pulang
awan comulunimbus yang mendatangkan hujan badai, hingga pasir-pasir pantai berserakan
aku inginkan angin buritan, hingga mengantar mereka kembali pulang
awan cirrus, yang mendatangkan kecerahan

Akupun sadar...berapa kali ku berucap lagi
aku hanya sebutir pasir dipantai
yang hanya merindukan angin mengenalku, menyapaku dan tersenyum...
itu saja sudah cukup bagiku yang hanya sebutir pasir

Dan aku ingin bertanya...
apakah sama kau angin dengan udara
aku belum mengerti itu...
dan aku hanya sebutir pasir yang tak'kan pernah mengerti angin dengan udara, apakah sama ?

Di satu sisiku terdiam sudah
aku tak mau lebih
sudahlah...
harapan sebutir pasir hanyalah temani pantai,
temani angin sepoi-sepoi,
temani awan yang menghujam di angkasa,
temani kumbang dan pepohonan,
ataupun temani seseorang yang dirundung malam (semoga itu...)
seseorang yang ingin membaca dengan ketidaktahuannya

Di satu sisi kau hanyalah angin

Ilusi Halusinasi,maaf...

maaf...
ini hanyalah sebuah ilusi,
ilusi fiktif yang menyesatkan,
ilusi fiktif dalam maya.
jangan hiraukan apa-apa yang sudah ada termaktub disini
anggap saja ini ocehan orang-orang yang memang tidak nyata,
orang-orang yang akan haus kenyataan.
tak ada gading yang tak retak,
tak ada besi yang tak karat,
ini hanyalah sebuah halusinasi,
kosong dan tak berisi
maaf...

Merpati

Merpatiku...
tolong sampaikanlah salamku untuknya
katakan aku disini
-
Merpatiku...
apakah dia disana baik-baik saja
apakah dia juga bahagia
-
Merpatiku...
kepakkanlah sayapmu
bernyanyilah dengan suara merdumu
suara dari kegetiran hatiku
dan aku pinta, sehelai bulu dari sayapmu
berikan padanya...pertandaku untuknya
-
Sudah itu saja merpatiku
sekarang pulanglah kau kesangkarmu
kekasihmu sudah menunggumu disana

2 X 3

Dini ini adalah hari dimana ketika kumerenung, ketikat ku terpukul
disuatu masa keterasinganku
aku tak bisa kemana-mana, hanya terpojok didalam ruang berukuran 2 X 3
tak ada yang bisa kulakukan kecuali menulis
coretan-coretan dindingku menguasai diriku kini
saat dimana aku terdiam sunyi
pikiranku terbang melayang bersama angan-angan...
angan-angan imajiku
.
Aku pernah mendengar kata-kata
" Kenyataan tak'kan pernah seindah imajinasi dan imajinasi adalah khayalan kosong yang tak'kan pernah merubah kenyataan"
tapi pikiranku tetap saja mendatangkan imajinasi
imajinasi yang akan mendatangkan harapan-harapanku
.
hanya ruang inilah yang dapat menemani disaat gelisah
disaat tidak ada satupun yang mengenalku
Dan coretan dinding inilah yang selalu berbagi suka duka dalam kesendirianku
.
Terimakasih atas kesetiaanmu menemaniku.

Rabu, 30 Juni 2010

lihat,dengar dan rasakan

Lihat.....
disana terpampang sosok yang lusuh
kumal dan tak berpengaruh
saat dimana ada mereka memalingkan wajahnya jauh ke angkasa

Dengar....
mereka yang sakit akan ratapan sakitnya
sakit yang tiada tara mengobatinya

Rasakan.....
rasa lusuh dan sakitnya
ajak mereka yang tanpa halaman
resapi bahwa kita ada bersama mereka

satu









mereka gak mengerti akan satu
satu di dalam hanya akan menodai
ragu akan sikap,
ragu akan hal-hal yang riskan

mereka gak akan mengerti akan satu
satu di dalam hanya akan mengiris
asa setiap raga
cita yang diraih

mereka gak akan mengerti
setiap apa yang disalahkan
jiwa yang kosong
jiwa yang tak terkendali
oleh satu itu
Back To Top