Jumat, 28 Januari 2011

Saran dari Sahabat

Sim kuring termenung dan kadang juga tertawa,dengan apa yang sering sahabat lakukan pada sim kuring entah itu langsung ataupun tidak
Tapi semua itu hal yang sangat menarik dan juga memberikan emosi yang mendalam bagi sim kuring
seperti hal yang satu ini, sahabat lakukan
dia mengirimkan sesuatu yang mungkin kata orang lain tidak ada artinya,namun bagi sim kuring itu berharga sekali
ini dia kutipannya :

a, udah turun ga usah lama-lama dilaoetnya.....kasian ma emak d
udah banting tulang cari duit, tapi lum bisa nutupin uang yang dikeluarin emak kan
abis dilaoet bukannya giat bekerja tapi giat mencari ,
jati diri emang ga ketemu-temu, kan laoetan luas dah diarungi
makanya jangan coba-coba
tapi rasakan sungguh-sungguh kaya makan n (saos tiram)enak....
didarat masih lebih banyak yang betebaran tapi kenapa ga ada yang tertarik ya
kenapa harus menyelam ke dasar samudra n laoetan
padahal belum tentu yang ketemu harta karunnya
paling-paling cuma(kesepian).
enak didarat a bisa makan(), , , , , , , , , , , ,
kalo dilaoet cuma bisaitu juga kalau ada sinyal.
coba fikir dilaoet aja juga lebih sering.
mengejarboleh tapi hanya sekedar mancari modal.
didarat kalau/ ga khawatir tapi kalau dilaoet kalau (mendung) n dikit jadi cemas n was-was...
1 hal lagi pesan sahabat jangan cari cewe yang cakep tampangnya doank tapi liat hati n pengorbanannya.
--
thank you so much......
and good luck 4ever your friend 









teruntuk sahabatku yang jauh disana,terima kasih banyak

Selasa, 16 November 2010

Sebutir Pasir


y Rabb...
aku bagaikan sebutir pasir yang lemah dan kerdil,
teguhkan keimanan jiwaku,
agar tidak terpesong dariMu

y Rabb aku hanyalah sebutir pasir,
dari jutaan bahkan miliaran butir pasir yang terbentang luas di alamMu,
yang mengharap ridhoMu
agar tak pernah lalai dari perintahMu

bagaikan butiran dalam pasir waktu
dengan keterbatasan menyongsong masa
hingga berguna dalam setiap senja
bersujud simpuh di kharibanMu

bagaikan butiran pasir yang begitu kecil di mataMu
terbangkanlah aku bersama segenap kalbuku
hingga terdampar dalam indah naunganMu
menghirup harumnya aroma surgaMu

Lampah

 Lah pun tak'kan pernah berubah
Jiwa yang tenang seakan pergi
Tak mau,
Sudahlah lain waktu, tak usah kembali

Lah pun tak'kan pernah sama
Atas, bawah tak sama
Kanan, kiri tak sama
Belakang, depan sama juga

Sudahlah, akhirnya...
Back To Top